Tentang MRC

Madrasah Resource Center (MRC) adalah platform komunitas pembelajar virtual dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yang memuat konten digital dalam rangka Transformasi Digital Madrasah menuju Madrasah Kelas Dunia. Konten yang tersedia pada MRC adalah sebagai berikut:

Proyek Komponen 1

Madrasah Resource Center (MRC) merupakan bagian dari Komponen 1 pada proyek Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform (EduPro – MEQR), yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan madrasah dalam binaan Kementerian Agama.

Fokus Komponen 1 Proyek REP-MEQR adalah Penerapan Sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah Berbasis elektronik) secara nasional dan Pemberian Dana Bantuan untuk Madrasah. Komponen 1 ini terdiri dari 4 (empat) Sub-Komponen sebagai berikut.

• Pengembangan Instrumen Penilaian dan Pengukuran Capaian Standar Nasional Pendidikan untuk Madrasah;
• Bantuan Teknis kepada Kabupaten/Kota dan Provinsi dalam menganalisis dan melaporkan data e-RKAM;
• Bantuan Kinerja e-RKAM dan Peningkatan SNP; dan
• Bantuan Afirmasi bagi Madrasah Dengan Kinerja Rendah.

Komponen Proyek Pertama tersebut terdiri dari sejumlah kegiatan. Implementasi Sub-Komponen ini diawali dengan serangkaian kegiatan termasuk Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis elektronik (e-RKAM). Sesuai dengan uraian di atas, untuk mempermudah para penanggung jawab dan pelaksana kegiatan di lapangan, maka perlu disusun Petunjuk Teknis (Juknis) Bimbingan Teknis ini.

Dua dari sejumlah kegiatan proyek adalah Kegiatan 1.1.2. Bimtek penerapan EDM, bagi TIN, TIP, TIK, dan TIM; dan kegiatan 1.2.2. Bimtek penerapan aplikasi e-RKAM, TIN, TIP, TIK, dan TIM.

Kedua rangkaian kegiatan tersebut, dilaksanakan secara bersamaan dengan model berjenjang atau Cascade Model. Berdasarkan Pedoman Operasional Proyek (POM), Kegiatan Komponen 1 Proyek REP-MQER dilakukan secara bertahap dalam 3 tahun, mulai tahun 2020, hingga tahun 2022, dengan target lokasi provinsi, kabupaten, dan madrasah sasaran yang berbeda.